Peneliti INSIST Kunjungi PPS, Waspadai Dialog antar Agama
DI INDONESIA, dialog antar agama kian marak. Memicu polemik dan perdebatan di kalangan pemikir Islam. Sebagian pro dan sebagian lagi menganggap dialog semacam itu sebagai bagian dari kampanye pluralisme. Maka, pada Jumat (26/07) Dr. Syamsuddin Arif, salah satu peneliti INSIST (Institute for The Study Islamic Thought and Civilization) berlawat ke Pondok Pesantren Sidogiri dan mewanti-wanti santri tentang itu.
Dalam acara yang digelar di Aula Sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri itu, Bang Syam–panggilan akrabnya–menuturkan, “Islam memiliki cara tersendiri untuk berinteraksi, yaitu dengan tiga hal: polemik, jihad, dan debat dengan hujah yang benar.”
“Karena dalam dialog itu yang paling penting adalah mencari persamaan antar agama, bukan perbedaan dan kebenaran, dan itu justru akan mencampuradukkan beberapa agama itu sendiri,” imbuh asisten profesor di International Islamic University Malaysia (IIUM) itu.
Acara itu diikuti oleh kurang lebih 100 anggota LPSI (Lembaga Penelitian dan Studi Islam) Kuliah Syariah dan undangan. Turut hadir pula Ust A. Qusyairi Ismaiel, Kepala Kuliah Syariah memberi sambutan dan Ust Moh. Achyat Ahmad, Kepala Pustaka SIDOGIRI, sebagai moderator.
Dr. Syam juga mengharapkan para santri untuk terus giat mendalami kajian agama Islam. Doktor jebolan ISTAC (International Institute of Islamic Thought and Civilization) Malaysia itu mengajak santri untuk tidak hanya memperbanyak membaca, tapi juga melakukan kajian dan berpikir lebih mendalam.[]