07 Februari 2012 | 14 Rabiul Awwal 1433 H
Home Forum Diskusi Link Download Maklumat Kontak
   
       
 
 
 
 
 
   
 
BERITA SIDOGIRI BERITA SIDOGIRI
Mengaji ke Pengasuh, Poros Pendidikan Sidogiri yang Sakral. Kiai Noerhasan Perintis Pengajian Kitab-Kitab Besar

SEBUAH pondok pesantren tidak bisa lepas dari    pengajian kitab-kitab kuning. Posisi pengajian kitab bagi pesantren seperti tafsir dan ayat al-Qur’an. Bila tafsir ada bersamaan dengan turunnya al-Qur’an, maka ngaji kitab juga ada bersama dengan berdirinya pesantren. Bahkan, tak jarang, pengajian kitab justru menjadi embrio berdirinya sebuah pondok pesantren. Dengan kata lain, pengajiannya dulu, baru kemudian menjadi sebuah pesantren. Salah satu elemen wajib sebuah pesantren, adalah kegiatan mengajarkan kitab-kitab klasik agama Islam.

Pondok Pesantren Sidogiri juga demikian. Sejak didirikan pada 1745, kegiatan pengajian kitab-kitab Islam klasik sudah ada. Di PPS, mengaji ke pengasuh merupakan simpul anyam yang menyambungkan para santri dengan kiainya.

Pada awal-awal berdiri, belum ditemukan data lisan maupun tulisan mengenai sistem yang dipakai dan judul kitab yang diajikan di Sidogiri. Sejarah pengajian di Sidogiri baru tercatat sejak kepengasuhan KH Noerhasan bin Noerkhotim (akhir abad 18 s.d. medium abad 19).

Dikisahkan, bahwa pada tiga periode kepengasuhan sebelum Kiai Noerhasan, kitab-kitab yang diajikan adalah kitab-kitab tipis. Sayid Sulaiman, KH Aminullah, dan KH Mahalli hanya memberikan dasar-dasar ilmu agama kepada para santri-santrinya. Kiai Noerhasan adalah pengasuh pertama yang mulang kitab-kitab tebal, antara lain Ihyâ’ Ulûmiddîn, Shahîh Bukhârî, dan Shahîh Muslim. Hal itu karena santri-santri saat itu sudah dipandang siap untuk mengaji kitab-kitab tebal. Salah satu santri pada waktu itu adalah Syaikhona Cholil Bangkalan yang mengaji ke Sidogiri dari Keboncandi (Winongan), sekitar 20 km di timur Sidogiri.

Ada dua sumber sejarah mengenai tempat pengajian yang diasuh oleh Kiai Noerhasan. Sumber pertama mengatakan, beliau memusatkan kegiatan pengajian di surau beliau (sekarang Surau Daerah H). Sementara sumber kedua mengatakan di surau dan masjid jamik Sidogiri.

Setelah beliau wafat, pengajian kitab-kitab besar ini kemudian dilanjutkan oleh putranya yang dikenal memiliki ilmu ladunni, KH Bahar bin Noerhasan (pertengahan abad 19 s.d. awal abad 20). Selain meneruskan, beliau menambahkan kitab Kafrâwî, آjurûmiyah, dan Kailânî. Beliau juga menempatkan pengajian di Surau Daerah H.

Kiai Bahar mengasuh Sidogiri sejak masih belum baligh, tepatnya saat berusia 12 tahun. Karena masih kecil, beliau dikenal dengan sebutan Kiai Alit (kiai kecil). Suatu ketika, para santri dibuat menunggu dimulainya pengajian karena Kiai Bahar masih bermain klereng. “Durung mareh,” kata beliau. Setelah itu beliau pergi mandi, berganti sarung, dan datang ke surau dengan membawa kitab-kitab besar peninggalan abahnya. Kitab-kitab itu diperkirakan berukuran 25 x 35 cm. Ukuran yang cukup besar, sehingga ada yang mengistilahkan, “Seakan-akan lebih besar kitabnya daripada Kiai Bahar.”

Kiai Bahar dikenal istikamah dalam mengaji. Dari keistikamahannya ini, beliau banyak melahirkan kiai-kiai besar dan berpengaruh di kalangannya masing-masing. Di antaranya KHR Syamsul Arifin (Sukorejo Situbondo, abah KHR As’ad Syamsul Arifin), KH Syamsul Arifin (Kauman Bondowoso, mertua KA. Sa’doellah Nawawie Sidogiri), KH Fathullah (Banjarsari Probolinggo), dan KH Zainal (Rembang Pasuruan).

Kepengasuhan selanjutnya berpindah pada adik Kiai Bahar, KH Nawawie bin Noerhasan (1862-1929). Beliau menjadi Pengasuh PPS setelah Kiai Bahar wafat pada 1920. Berbeda dengan kakaknya yang laduni, Kiai Nawawie mendalami ilmu agama dengan cara belajar.

Ada yang istimewa dari cara beliau muruk para santri. Kiai Nawawie hanya membaca tujuh baris dan meminta para santri untuk mengamalkannya terlebih dulu. Setelah satu pekan, Kiai Nawawie baru meneruskan ke baris selanjutnya. Sementara pendapat lain tidak demikian. Diriwayatkan bahwa Kiai Nawawie juga menghatamkan kitab tafsir setiap bulan Ramadan.[]

 
SEARCH
 
MEMBER LOGIN
User
Password
 
   
         
                      Copyright © 2007 SMI Indonesia. All Rights Reserved.