Dominasi Pasuruan di Dua Festival Lomba
PONDOK Pesantrean Sidogiri (PPS) kembali menghelat festival lomba antar pesantren. Festival lomba yang telah menjadi program tiga tahunan PPS itu, dihadiri oleh 27 Pesantren dari beberapa daerah di Jawa Timur. Kali terakhir festival lomba serupa dihelat pada tahun 2005, atau sekitar lima tahun yang lalu.
Yang membuat lebih semarak, festival lomba antar pesantren pada tahun ini digelar bersamaan dengan festival lomba antar konsulat Ikatan Santri Sidogiri. Dua cabang lomba untuk antar pesantren yaitu baca kitab Fathul-Wahhâb dan pidato bahasa Arab, serta tujuh cabang lomba untuk lomba antar konsulat, yaitu baca kitab, pidato bahasa Indonesia, baca puisi, tahsinul-khâth (kaligrafi), merangkai kalimat, cerdas-cermat, dan Qirâ’atul-Qur’ân jamâ‘atan. Serangkaian festival lomba itu dihelat selama tiga hari berturut-turut, mulai Selasa (05/04) hingga Kamis (07/04).
Dari 27 pesantren yang turut hadir, pesantren asal Pasuruan lebih dominan. Tiga dari enam kejuaraan diraih oleh pesantren asal Pasuruan, Daru Mafatihil Ulum Podokaton, Darul-Luqhah wad-Da’wah Bangil, dan Sunniyah Salafiyah Kraton. Selebihnya kejuaraan diperoleh Pesantren dari Bangkalan, Sampang, dan Tuban.
Selain itu, di festival lomba antar konsulat, ISS Konsulat Pasuruan menggondol juara umum dengan meraih akumulasi poin tertinggi serta menempatkan tiga utusannya sebagai juarawan di tiga cabang lomba; baca kitab, puisi, dan cerdas cermat.
Menurut Ust. Alil Wafa, ketua panpel, dalam festival lomba antar pesantren ini, PPS memang tidak turut mengirimkan utusannya. “PPS memang tidak ikut mengirimkan utusan. Acara (lomba) ini murni sebagai silaturrahim saja,” ungkap pria yang juga staf pengajar MMU Tsanawiyah itu.[]