07 Februari 2012 | 14 Rabiul Awwal 1433 H
Home Forum Diskusi Link Download Maklumat Kontak
   
       
 
 
 
 
 
   
 
BERITA SIDOGIRI BERITA SIDOGIRI
Barokah Lahirkan Ulama-ulama Besar, Taujihat Majelis Keluarga

 
Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri berpesan kepada wali santri agar senantiasa memelihara kemantapan hati terhadap barokah, tidak hanya mantap kepada hal-hal yang jelas secara nalar. Hal itu disampaikan oleh Majelis Keluarga dalam pertemuan dengan wali santri yang diselenggarakan di Malang (28/3), Probolinggo (30/3), Lumajang (5/4), dan Pasuruan (10/4) yang lalu.
“Kemantapan terhadap barokah merupakan salah satu kunci penting bagi pendidikan pesantren. Itulah salah satu pembeda antara pendidikan pesantren dengan pendidikan di luar pesantren. Yang membuat pendidikan pesantren bisa mengakar di masyarakat adalah karena pendidikan pesantren dibangun dengan hati, keyakinan dan kemantapan bukan sekadar dengan akal,” demikian salah satu isi dari Taujihat Majelis Keluarga yang disampaikan oleh Mas d. Nawawy Sadoellah, Katib Majelis Keluarga.
Menurut beliau, pola pendidikan dengan kemantapan yang kuat terhadap barokah itulah yang melahirkan ulama-ulama besar yang memiliki pengaruh luas di Indonesia, seperti Kiai Cholil Bangkalan, Kiai Hasyim Asy’ari, Kiai Wahab Chasbullah dan lain sebagainya.
Mas d. Nawawy juga mengimbau agar wali santri tirakat dan memiliki kesungguhan lahir batin dalam mengupayakan kesuksesan pendidikan putra-putranya. “Mencetak anak yang pintar dan memiliki kemampuan untuk mencari pekerjaan masih jauh lebih mudah daripada mencetak anak yang berbudi dan berbakti,” tegas Katib Majelis Keluarga ini. Untuk bisa pintar, sarana dan usaha lahiriah saja sudah cukup. Tapi, untuk bisa memiliki anak yang berakhlak mulia dan ahli ibadah, hal itu membutuhkan kesungguhan lahir-batin, dari guru, orang tua, keluarga, dan juga anaknya sendiri.
Pertemuan dengan wali santri ini merupakan agenda rutin Majelis Keluarga dan Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri. Dilakukan secara bergilir, dari satu kabupaten ke kabupaten lain. Setiap tahun antara 4 sampai 5 kabupaten yang didatangi oleh Majelis Keluarga dan Pengurus.
Dalam pertemuan itu, Majelis Keluarga dan Pengurus berbincang-bincang secara langsung dengan para wali santri mengenai hal-hal yang terkait dengan pendidikan di Pondok Pesantren Sidogiri. Umumnya, para wali santri memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk menyampaikan usulan, kritik, konfirmasi, unek-unek dan lain sebagainya, sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan bagi Pengurus dalam menetapkan program-program kepesantrenan pada masa yang akan datang.
Sebaliknya, Majelis Keluarga dan Pengurus juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meluruskan persepsi dan membangun kesepahaman dengan wali santri mengenai pendidikan yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Sidogiri.[]
 
 
 
SEARCH
 
MEMBER LOGIN
User
Password
 
   
         
                      Copyright © 2007 SMI Indonesia. All Rights Reserved.