Langkah Taktis Hidupkan Suasana Belajar
“
Waktu bagaikan pedang” demikian pepatah mengibaratkan tentang pentingnya memanfaatkan waktu. Sebab, waktu yang telah berlalu tidak akan pernah terulang kembali.
Seorang pelajar tidak boleh menyia-nyiakan waktu. Waktu harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menggali ilmu. Atas dasar itu, Taklimiyah wa Tahfidzul-Qur’an Pondok Pesantren Sidogiri menyelenggarakan kegiatan pengajian kitab untuk seluruh santri setelah selesainya kegiatan bakda Magrib hingga pukul 08.00 wis. Kegiatan ini serempak dimulai pada malam Rabu (16/11) yang lalu.
Pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan pengajian kitab bakda Magrib ini tidak wajib bagi santri. Pada tahun ini, Pengurus menetapkan kegiatan ini sebagai kegiatan wajib. “Mengaji kitab sangat besar manfaatnya bagi pengetahuan santri dan peningkatan kemampuan mereka dalam membaca kitab,” demikian kata salah seorang pengurus yang mengikuti perumusan kebijakan ini. Selain itu, pengajian kitab dengan cara wetonan, bandongan maupun sorogan, merupakan tradisi pendidikan asli dari pesantren yang harus betul-betul dilestarikan.
Berkat kebijakan ini suasana belajar tampak lebih hidup daripada tahun-tahun sebelumnya. Peserta pengajian membludak. Jumlah kitab yang di-aji meningkat drastis. Pada tahun sebelumnya, hanya sekitar 20 judul, tapi pada tahun ini berjumlah 40 judul kitab. Terdiri dari berbagai macam kajian agama: fikih, tasawuf, ilmu nahwu, dan lain sebagainya.
Ada 66 orang guru yang ditugaskan oleh Taklimiyah untuk membacakan berbagai macam kitab tersebut. Sebagian mereka mengaji di ruang-ruang madrasah, sebagian lagi di jerambah-jerambah asrama, hingga surau dan masjid.(*)