Kiai Nawawi Ijazahkan Sanad Iānah-Muīn
Para alumni Pondok Pesantren Sidogiri mendapatkan ijazah sanad kitab Fathul-Mu’în dan I’ânatut-Thâlibin dari Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, KH. A. Nawawi Abd. Djalil. Ijazah itu diberikan oleh Kiai Nawawi dalam pembukaan pengajian rutin Fathul-Mu’în yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) di PP. Miftahul Ulum, Pasrepan Pasuruan, Selasa (14/12), juga di PP. Irsyaduddin , Bantaran Probolinggo, Selasa (21/12) yang lalu.
Kiai Nawawi menuturkan bahwa beliau mendapatkan sanad itu dari Syekh Yasin al-Fadani hingga bersambung kepada mualif (pengarang) kedua kitab tersebut, yaitu Syekh Zainuddin al-Malibari (w. 928 H) dan Syekh Abu Bakr Syatha ad-Dimyathi (w. 1310 H). Beliau membacakan satu persatu ulama yang menjadi mata rantai transmisi intelektual dari kedua kitab tersebut, lalu mengijazahkannya kepada para alumni yang hadir. Setelah itu, beliau membacakan mukadimah kitab Fathul-Mu’în dengan makna Jawa.
Menurut rencana, pembukaan pengajian ini juga akan dilakukan di Pamekasan untuk wilayah Madura timur, dan di Bondowoso untuk wilayah keresidenan Besuki. Selanjutnya, pengajian rutin akan digelar setiap bulan di masing-masing konsulat IASS yang berjumlah sekitar 14 konsulat untuk wilayah Jawa Timur.
Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri menugaskan salah satu keluarga PPS, Mas H. Ach. Hasbulloh Mun’im Kholili, untuk mengisi pengajian tersebut dari satu konsulat ke konsulat lain.
Dalam taujihatnya di hadapan Pengurus Pusat dan Konsulat IASS, akhir Syawal yang lalu, Mas d. Nawawy Sadoellah, Katib Majelis Keluarga sekaligus Koordinator IASS, berharap agar pengajian rutin ini bisa menjadi momen yang membuat para alumni tidak melupakan jiwa kesantrian mereka. Sekaligus, untuk menjaga mereka agar tetap memegang ajaran Ahlusunah Waljamaah di tengah banyaknya aliran-aliran dan paham-paham sesat yang berkembang di masyarakat saat ini. Menurut beliau, alumni tidak boleh lepas dari pencarian ilmu meskipun sudah berhenti dan lepas dari pesantren.(*)