23 Februari 2012 | 30 Rabiul Awwal 1433 H
Home Forum Diskusi Link Download Maklumat Kontak
   
       
 
 
 
 
 
   
 
BERITA SIDOGIRI BERITA SIDOGIRI
PPS Bentuk DIM Sidogiri

Rabu malam (26/01) lalu, Badan Penyelenggara Dana Investasi Maslahah (DIM) Sidogiri resmi dilantik. Pelantikan yang dimulai sekitar pukul 21.30 Wis itu dilakukan langsung oleh Katib Majelis Keluarga PPS, Mas d. Nawawy Sadoellah, dengan pemberian SK No.3/PPS.MK/Kep-B/I.1433 dan pembacaan surat al-Fatihah bersama. Hadir pada kesempatan itu Pengurus Harian dan Pleno Pondok Pesantren Sidogiri.

Badan penyelenggara DIM Sidogiri ini adalah suatu badan yang dididirikan untuk menghimpun sekaligus mengelola keuangan PPS. Kemudian, 75 persen dari hasil dana yang dikelola itu akan digunakan untuk kemaslahatan PPS. Sedang 25 persennya ditambahkan ke DIM yang ada.

Tujuan dibentuknya Badan penyelenggara DIM Sidogiri ini untuk mempertahankan kelestarian PPS sebagai pesantren yang menegakkan ajaran Ahlusunah Waljamaah. Karena untuk mewujudkan hal ini dibutuhkan kekuatan finansial yang mandiri.

Dalam struktur kepengurusannya ada tiga unsur anggota dewan. Yaitu, Dewan Pembina (Mas d. Nawawy Sadoellah, HM. Cholil Rochman Abd. Alim, dan HM. Sholeh Abd Haq), Dewan Pengawas (H. Bahruddin Thoyyib, H. Mahmud Ali Zain, dan Lutfillah Habibi, S.EI), dan Dewan Pelaksana (A. Saifulloh Naji [Ketua], HM. Aminulloh Bq [W. Ketua], HM. Dumairi Noer [Sekretaris], Ismail Sh. Arief [W. Sekretaris], Ach. Edy Amin, S.EI [Bendahara], HM. Sholeh Wafi [W. Bendahara]).

Dalam sambutannya, Sekretaris Umum PPS, Ust A. Saifulloh Naji menjelaskan bahwa, DIM Sidogiri ini oleh Majelis Keluarga ditargetkan Rp 5 M selama lima tahun. Tapi, katanya, Ketua Umum PPS, H Bahruddin Thoyyib, menyarankan agar dana investasi terebut ditargetkan Rp 5 M untuk setahun. “Kalau melihat besarnya Sidogiri, satu tahun harus ditargetkan Rp 5 M, bukan lima tahun Rp 5 M,” ungkap Sekretaris Umum PPS yang juga Ketua Dewan Pelaksana DIM Sidogiri itu mengutip perkataan Ketua Umum PPS.

Selain itu, Ust. A Saifulloh menambahkan bahwa agar bisa mencapai pada target Dana investasi itu ditujukan kepada wali santri/murid, alumni, PJGT, Pengurus PPS, guru MMU PPS, guru MMU Ranting, seluruh jajaran pengurus, pengawas, manager serta karyawan Kopontren Sidogiri dan AMDK Santri, BMT MMU, BMT UGT serta simpatisan.

Lebih lanjut, pria kelahiran Madura itu menjelaskan klasifikasi para investor. Setiap investor akan memperoleh sertifikat yang berkelas sesuai tingkatannya. Sertifikat terendah diberi nama Dârussalâm diberikan kepada investor yang menginvestasikan dana Rp 120.000—Rp 480.000. Kemudian Jannatunnaim bagi investor yang menginvestasikan dana Rp 600.000—Rp 1800.000. Dan bagi investor yang menginvestasikan dana Rp2.400.000—Rp 7.200.000 akan diberi sertifikat Jannatul Ma’wa. Sedang sertifikat ‘Adn diberikan kepada investor yang menginvestasikan dana 10-20 juta. Dan sertifikat yang terakhir diberi nama Firdaus bagi investor yang menginvestasikan dana senilai 24-48 juta.

Praktik yang dipakai ketika transaksi serah terima DIM Sidogiri menerapkan akad hibah. Meski demikian, dana investasi ini diberlakukan sebagaimana halnya dana wakaf tunai. Dalam artian, dana yang diperoleh dari wahib (orang yang memberi) hanya diperuntukan sebagai investasi PPS saja. Bukan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hal lainnya seperti biaya administrasi dan biaya operasional.

“Tentang biaya operasionalnya akan diambilkan dari dana kontribusi dari jaringan Sidogiri. Di antaranya BMT UGT (diminta sumbangan senilai Rp 10 juta), BMT MMU (Rp 7 juta), Kopontren Sidogiri (Rp 3 juta), PPS (Rp 3 juta) serta pihak yang lain (Rp 23 juta),” jelas Saifulloh.

Karena dana tersebut merupakan amanah, semua anggota dewan DIM Sidogiri diminta keikhlasannya dalam berdidikasi. Karena dalam menjalankan tugas mereka tidak diberi bisyarah (gaji).

==

M. Husni Mubarok
Editor: A. Fadoil Khalik

 

 

 

 
SEARCH
 
MEMBER LOGIN
User
Password
 
   
         
                      Copyright © 2007 SMI Indonesia. All Rights Reserved.