09 Februari 2012 | 16 Rabiul Awwal 1433 H
Home Forum Diskusi Link Download Maklumat Kontak
   
       
 
 
 
  Kirim BM   BM Terbaru  
 
   
 
BM TERBARU BAHTSUL MASA'IL
Tidur yang Aman dan Lailatul Qadar

(1).Apakah boleh melaksanakan salat setelah buang air besar? (2). Seperti apakah tidur yang tidak membatalkan wudu, dan seperti apa pula tidur yang memperbolehkan tahajjud? (3). Apa ciri-ciri lailatul qadar?
Anwar
, Bondowoso

1. Keluarnya sesuatu dari kemaluan atau dubur termasuk sesuatu yang membatalkan wudu, meskipun yang keluar adalah barang yang tidak lazim, seperti keluar kerikil dls. Karena itu orang yang habis buang air besar wudunya batal dan dia tidak boleh melaksanakan salat sebelum melakukan wudu.
2. Tidur yang tidak membatalkan wudu adalah tidurnya orang yang menetapkan pantat ke tempat duduknya, seperti tidur duduk atau bersandar namun pantatnya masih tegak menempel tempat duduknya. Kira-kira dengan posisi itu, dirinya aman dari keluarnya kentut dan semacamnya melalui pantat. Tidur yang tidak demikian, seperti tidur terlentang, telungkup miring, berdiri dan lain sebagainya, dapat membatalkan wudu.
3. Sedangkan tidur yang menjadi penyebab masuknya waktu salat tahajud adalah tidur setelah masuknya waktu Isyak dan ia sudah melaksanakan salat Isyak.
4. Di antara ciri-ciri Lailatul Qadar adalah cuaca dalam keadaan sangat normal dan kondusif, tidak panas dan tidak dingin. Keesokan harinya ketika matahari terbit sinarnya tidak terlalu terang.
Lihat: Nihâyatul-Muhtâj: V/380, Raudhatut-Thâlibîn I/281

 

 
SEARCH
 
MEMBER LOGIN
User
Password
 
   
         
                      Copyright © 2007 SMI Indonesia. All Rights Reserved.