07 Februari 2012 | 14 Rabiul Awwal 1433 H
Home Forum Diskusi Link Download Maklumat Kontak
   
       
 
 
   
   
 
ARTIKEL ARTIKEL
Para “Tuhan” yang Akhirnya Mati


Kesombongan
membuat manusia menuhankan dirinya, seperti Firaun di hadapan suku Koptik. Kecenderungan kultus terhadap kehebatan seseorang membuat sekian banyak manusia menuhankan sesama manusia. 
Maka, Yesus pun dituhankan oleh umat Kristiani, dan Uzair dituhankan oleh salah satu sekte Yahudi.
Tak hanya di zaman Mesir Kuno dan Romawi. Kesombongan dan kultus terus melahirkan penodaan terhadap agama Allah, antara yang menobatkan diri atau dinobatkan oleh pengikutnya sebagai nabi, malaikat, dan bahkan juga sebagai tuhan. Modernitas tak menghalangi kultus dan khurafat, mungkin hingga Dajjal menjadi tokoh terakhirnya.

 

Ali bin Abi Thalib (wafat tahun 40 H.)
Sekte Sabaiyah menganggap Ali bin Abi Thalib Radhiyallâhu 'anhu sebagai tuhan. Di Masjid Kufah mereka bilang kepada Ali, “Engkau adalah tuhan semesta alam.” Ali murka dan menyuruh mereka bertobat. Beliau memberi jangka waktu tiga hari. Setelah itu, Ali bin Abi Thalib membakar mereka di parit api. Neraka dunia, neraka akhirat.

 

Abu Jakfar al-Manshur (wafat tahun 158 H)
Abu Jakfar al-Manshur, Khalifah Kedua Dinasti Abbasiyah, dinobatkan sebagai tuhan oleh sekte Rawandiyah. Mereka adalah sekte yang sangat fanatik terhadap Bani al-Abbas (keturunan dari al-Abbas, paman Nabi). Selain menuhankan Abu Jakfar, mereka juga menganggap Haitsam bin Muawiyah sebagai malaikat Jibril. Pada tahun 141 H, Abu Jakfar al-Manshur dan Haitsam memerangi mereka. Melawan “tuhan” dan “malaikatnya” jelas saja mereka kalah.

Abu Jakfar asy-Syalmaghani (mati tahun 322 H)
Muhammad bin Ali asy-Syalmaghani. Ia menobatkan diri sebagai tuhan dari para tuhan. Sempat memiliki banyak pengikut, hingga akhirnya dicari oleh Pemerintah dan ia bersembunyi di Mosul. Akhirnya, ia muncul kembali dan berhasil ditangkap pada tahun 322 H, masa Khalifah ar-Radhi. Ia dipenjara lalu dihukum mati bersama pengikut setianya, Ibnu Abi Aun . Penggalan kepalanya dibawa keliling kota. Tuhan yang bernasib mengenaskan.

Abu Thahir al-Qirmithi (mati tahun 332 H)
Penguasa Bahrain dan pemimpin sekte Qaramithah. Ia menobatkan dirinya sebagai tuhan setelah melakukan pembantaian di Kakbah pada tahun 317 H. Sekte Qaramithah, pengikutnya, sempat menjadi kekuatan besar yang sempat beberapa kali mengalahkan pasukan Abbasiyah di bawah Khalifah al-Muqtadir. Akhirnya, al-Muqtadir mengerahkan tentara yang sangat besar dan berhasil mengalahkan Qaramithah. Abu Thahir menyerah, dan beberapa waktu setelah itu, ia mati oleh penyakit cacar ganas.

Al-Hakim bi Amrillah (mati tahun 411 H).
Sekte kebatinan Darwaz menganggap al-Hakim bi Amrillah, Khalifah Dinasti Fathimiyah (Mesir) sebagai tuhan. Ia diangkat sebagai tuhan oleh Hamzah bin Ali ad-Darzi dan Muhammad bin Ismail ad-Darzi, pada tahun 408 H. Tiga tahun setelah diangkat menjadi tuhan, al-Hakim mati (411 H). Masih ada sisa-sisa pengikut sekte Darwaz masih di Syiria dan Palestina. Jumlah mereka sekitar 30 ribu.[]

 
SEARCH
 
MEMBER LOGIN
User
Password
 
   
         
                      Copyright © 2007 SMI Indonesia. All Rights Reserved.