Membuktikan Yesus bukan Tuhan
APAKAH di samping Allah ada Tuhan (yang lain)? Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar.” (Qs, Al-Naml [27]: 64).
Ini adalah ayat tantangan bagi orang-orang kafir untuk membuktikan akan kebenaran keyakinan mereka, menjadikan tuhan selain Allah.
Ibarat memasukkan kambing ke lobang jarum, adalah hal yang mustahil manusia-manusia kafir bisa membuktikan bahwa tuhan-tuhan yang mereka sembah adalah Tuhan Pencipta Segala sesuatu.
Dan bahkan kalau dipikir dan dibuktikan dengan argumen-argumen sehat, maka pastilah orang-orang kafir tersebut akan menemukan kesimpulan yang sebaliknya, yaitu bahwa ternyata tuhan-tuhan selain Allah yang mereka sembah selama ini bukanlah Tuhan.
Oleh karena itu penulis, lebih sepesifik akan membuktikan dengan beberapa argumen yang dapat mementahkan bahwa Yesus bukanlah Tuhan melainkan hanya seorang utusan Allah Subhânahu wata‘âlâ.
Sejak beratus tahun lamanya orang-orang Kristen telah terperangkap pada konsep-konsep teologi buatan Paulus. Tanpa disadari ternyata keyakinan mendasar yang mereka yakini adalah merupakan buatan Paulus bukan ajaran murni Yesus, yang dapat dibuktikan dari fakta sejarah, Bible dan akal sehat.
1. Sejarah Terangkatnya Yesus Jadi Tuhan
Sejarah bertutur, bahwa semenjak pertama kali Yesus dilahirkan ke dunia, dia tidak menyandang gelar sebagai Tuhan, bahkan tidak pernah ditemukan fakta -meskipun dalam kitab Bible sekalipun- yang menginformasikan bahwa Maria, ibunda Yesus menyembah Yesus, begitu pula dengan saudara, dan murid-murid Yesus. Bahkan Maria memangil Yesus anak (Lukas 2:48) dan murid-muridnya memangil guru (Lukas 8:24) bukan memangil Tuhan.
Kalau ditelusuri dalam fakta-fakta sejarah, ternyata SK terangatanya Yesus resmi menjadi Tuhan adalah pada 3 abad setelah masa Yesus.
Konon, Paulus adalah seorang Yahudi dari suku Benyamin menjadi Jemaat pengikut Yesus. Dan Pauluslah orang yang sangat ‘berjasa’ bagi orang-orang Kristen dalam mengubah status Yesus dari manusia menjadi ‘Tuhan’. Semenjak bergabungnya Paulus menjadi Jemaat pengikut Yesus, ia berhasil menanamkan konsep-konsep teologi yang pada hakikatnya bukan ajaran Yesus (Nabi Isa ‘Alaihissalâm) yang sebenarnya. Antara lain: konsep Tuhan anak, konsep dosa waris, dan konsep inkarnasi, konsep penebusan dosa.
Konsep Tuhan anak yang dibuat oleh Paulus, menimbulkan kontradiksi di kalangan Jemaat pengikut Yesus sendiri, yaitu antara sekte Athonasius yang membela dan memperkuat konsep Tuhan anak buatan Paulus, dan sekte Arius yang sangat getol menolak konsep tersebut. Kontroversi antara kedua kubu ini begitu memanas sehingga pada 20 Mei Tahun 325 M Kaisar Constantine I turun tangan, menghimbau penyelenggaraan konsili antara para Uskup dari kubu Airus dan Athanasius di Nicea -sebuah kawasan Turki modern- untuk membahas apakah Yesus seorang Nabi, manusia biasa, ataukah Tuhan.
Dalam ‘musyawarah gabungan’ tersebut tetap tidak ditemukan kesepakatan antara kedua belah pihak. Akhirnya melalui voting dan dukungan dari Kaisar ditetapkan bahwa “Yesus adalah Tuhan anak”1.
Pasca sidang di Nicea I, Orang-orang Kristen masih kebingungan, kalau ada satu Tuhan, bagaimana bisa Yesus menjadi Tuhan anak. Ahirnya Kaisar Constantine I turun tangan lagi, menyelengarakan sidang kembali pada tahun 381 M. dan memutuskan konsep Trinitas : Tuhan itu satu tapi terdiri dari tiga unsur, Tuhan Bapa, Anak, dan Roh Kudus. 2
Dari sejarah ini, dapat kita buktikan bahwa konsep Tuhan Anak, dan trinitas yang diyakini oleh orang-orang Kristen saat ini bukanlah ajaran Yesus melainkan buatan Paulus. Dan bahkan nama agama Kristen sendiri juga dimunculkan oleh Paulus, sebab dari fakta sejarah dalam Bible Yesus tidak pernah meyuruh umatnya untuk memeluk agama Kristen akan tetapi pengikut Yesus hanya diberi mana Nasrani.
2. Dengan Akal
Akal sehat, pasti akan berkata Yesus bukanlah Tuhan melainkan hanyalah seorang manusia yang diangkat sebagai nabi dan rasul. Sebab akal sehat tak akan mampu untuk membuktikan akan kebenaran Yesus sebagai Tuhan. Sebagaimana hal ini diakui sendiri oleh Thomas Aquinus, tokoh pemikir Kristen abad ke-13. Dengan tanpa rasa malu dalam bukunya The Interpreter’s Of The Bible menyatakan, “Tuhan adalah tiga dan satu hanya bisa dipahami dengan keyakinan, dan tidak bisa dibuktikan secara demonstratif dengan akal.” 3
Bahkan pasti akal akan semakin menemukan kejanggalan-kejanggalan yang menjadi bukti nyata akan ketidakbenaran Yesus menjadi Tuhan pada ayat-ayat dalam kitab Kristen sendiri, Bible.
Dalam Bible, tak jarang kita jumpai ayat-ayat yang kalau dianalogikan justru memperkuat bahwa Yesus tidak layak dinobatkan sebagai Tuhan, sebab dia tidak memiliki sifat ketuhanan yang sempurna sama sekali pada dirinya. Misalnya, Yesus mengakui sendiri bahwa dirinya tidak tahu kapan kiamat tiba (Matius, 24:36); penglihatan Yesus meleset: “Dari kejahuan dia melihat pohon arah yang berbuah tapi setelah didekati ternyata tidak ada apa-apa.” (Markus 11:12-14); kalah sama manusia: “Yesus diolok-olok dia diludahi dan dibunuh.” (Markus 27:48); takut pada malaikat (Lukas 23:46); Yesus mati (Lukas 23: 46); dan Yesus lapar (Matius 4:2).
Ayat-ayat Bible di atas ‘menyetir’ akal sehat untuk berontak dan bertanya: kalau Yesus Tuhan mengapa dia tidak tahu kapan kiamat dan penglihatannya meleset? Bukankah Tuhan mempunyai sifat Maha Tahu dan Maha Melihat? Kalau Yesus Tuhan mengapa dia tidak bisa membela dirinya saat mau dibunuh? Mengapa ia mati? Bukankah Tuhan itu Maha Menang dan Maha Hidup? Dan mengapa Yesus merasa lapar? Bukankah sifat lapar itu adalah sifat manusia?
Pertanyaan-pertanyaan di atas berujung pada kesimpulan bahwa Yesus adalah manusia bukan Tuhan, sebab ia memiliki sifat manusiawi dan tidak memiliki sifat ketuhanan secuil pun.
3. Dengan Kitab Bible
Kalau semua isi kitab Bible dilacak mulai sampul depan sampai sampul belakang, oleh siapapun, beribu kalipun, dimanapun, dan sampai kapanpun, pasti dia tidak akan menemukan satu ayat pun yang berisikan perkataan Yesus, “Aku adalah Tuhan” dan “Sembahlah aku!” Bahkan malah sebaliknya, dalam Bible terdapat beratus-ratus ayat-ayat yang menceritakan pengakuan polos Yesus bahwa dirinya hanyalah seorang utusan. Yesus berkata: “Barang siapa yang menyambutku sebagai seorang Nabi, maka ia kan mendapat upah Nabi.” (Matius 10 : 41).
Dan juga, dalam Bible juga ditemukan perintah Yesus untuk menyembah satu Tuhan, Allah. Konon ada ahli Taurat mendatangi Yesus dan berkata: “Hukum apa yang paling utama?” Yesus Menjaawab, “Dengarlah wahai Isra’il! Tuhan kita Allah, Tuhan itu Esa.” (Markus 12: 28-29). dalam Bible Matius Juga disebutkan perkataan Yesus, “Engkau harus menyembah Tuhan Allah, dan hanya kepada-Nya engkau harus menyembah!” (Markus 4:10)
Kalau diamati perkataan Yesus dalam ayat di atas, ternyata Yesus sendiri telah memberikan pengakuan bahwa dirinya bukanlah Tuhan, sebab dia tidak memerintahkan ahli Taurat untuk menyembah dirinya melainkan kepada Allah Yang Esa.
Di samping itu, perkataan Yesus di atas mengandung konsep Tauhid; Yesus mengatkan Tuhan kita Esa, dan hanya dia satu-satunya yang harus disembah. Perkataan ini kalau dipejelas maka akan menyimpulkan “Tiada Tuhan yang wajib disembah melainkan Allah yang maha Esa”.
Mengenai ayat “Pada mulanya adalah firman, firman bersama-bersama Allah, firman itu Allah.” (Yohanes 1:1) dan “Firman itu telah menjadi manusia.” (Yohanes 1:4) yang dibuat landasan tentang ketuhanan Yesus, disamping sulit dinalar --sebagaimana hasil seminar yang dihadiri oleh sekitar 76 ahli pemikir Kristen dalam rangka mencari ucapan Yesus yang asli pada tahun 1993 dikota Sanoma, California -termasuk ayat yang bukan perkataan Yesus melainkan perkataan pribadi Yohanes yang bukan apa-apanya Yesus.
Dari bukti-bukti ‘mematikan’ di atas, maka dengan singkat dapat disimpulkan bahwa Yesus bukan Tuhan melainkan hanyalah seorang utusan. “Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, Kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), Maka jadilah Dia.” (Qs. Ali Imran [3]: 59).
Catatan akhir:
1 Amstrong, Karen.2003. Sejarah Tuhan. Bandung. Mizan.
2 Lc, Alimin. 2006. Kebenaran Mutlak. Sahara cet I.
3 Adian, Husaini, Wajah Pradaban Barat .Bandung, Gema Insani Pres.