Heboh Kiamat 2012
SEJAK dirilisnya film bertemakan kiamat di tahun 2012, masyarakat dunia heboh. Respons masyarakat menjadikan film ini mendulang hasil yang gemilang dengan pemasukan 230,4 juta dolar atau sekitar Rp 2,3 triliun dalam rentan waktu sepekan. Apa lagi film ini ternyata memantik kontroversial di tengah masyarakat sehingga semakin membuat penasaran. Lantas, seperti apakah film Kiamat 2012 itu sehingga begitu fenomenal?
Film tersebut terinspirasi oleh penemuan arkeolog terkait peninggalan sistem kalender suku Maya kuno di selatan Meksiko (sekarang Guatemala). Dalam penemuan itu disebutkan, sistem kalender yang dimiliki suku Maya ternyata akan berakhir pada 21 Desember 2012, yang juga menceritakan akan berakhirnya peradaban bumi di tahun 2012. Suku Maya sendiri merupakan salah satu suku kuno di dunia yang dikenal sangat detail memperhatikan dan menghitung bintang-bintang dan benda langit lainnya.
Film ini juga berawal dari telurusan yang dilakukan Lawrence E. Joseph, seorang ilmuwan yang juga Ketua Dewan Direksi Aerospace Consulting Corporation. Hasil risetnya terhadap suku Maya dituangkan ke dalam sebuah buku berjudul Apocalypse 2012: An Investigation into Civilization End (2007), yang telah diterjemah ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Kiamat 2012: Investigasi Akhir Zaman. Masalahnya, dalam buku tersebut, bahwa ramalan suku Maya ternyata berhubungan erat dengan perilaku matahari, planet, dan benda-benda angkasa lainnya. Melalui riset mendalam selama lebih dari satu tahun, akhirnya ia memiliki kesimpulan akan hancurnya bumi di tahun 2012.
Dari buku Lawrence inilah akhirnya Roland Emmerich, sutradara kawakan di Hollywood, terinspirasi untuk membuat film yang kemudian dengan imajinasi liarnya melahirkan film yang dibintangi oleh John Cussack ini. Untuk sensasi, maka ia mengaitkannya dengan keimanan manusia akan datangnya hari kiamat, meskipun sebenarnya, film ini hanyalah karya imajinasi yang menggambarkan bencana yang tidak mengedepankan fakta, melainkan fiksi belaka. Ia adalah rekayasa manusia kemudian dibumbui sensasi dengan judul bombastis yang tujuan akhirnya adalah keuntungan materi.
Namun kemudian, karena menyentuh ranah keimanan dan telah memasuki wilayah rahasia Tuhan, film ini banyak menuai kecaman. Di Indonesia, beberapa fatwa ulama bermunculan, seperti dari MUI Kabupaten Malang, Solo, Surabaya, Kalimantan Selatan dan Situbondo. Mereka mengharamkan film tersebut karena dapat meresahkan masyarakat dan dinilai dapat mempengaruhi pemikiran seseorang. Parahnya, pengaruh media yang gencar menebarkan opini menyebabkan film ini begitu meledak sebagaimana ledakan bumi dan hancurnya bangunan-bangunan bertingkat seperti yang digambarkan dalam film tersebut. Hasilnya, kontroversi tersebut menimbulkan rasa penasaran dan tiketnya habis terjual.
Merespon antusiasme masyarakat, MUI pusat pun turun tangan. Sekretaris Umum MUI, Ikhwan Syam mengatakan, bahwa kiamat yang digambarkan al-Qur’an tidak sama dengan yang digambarkan film 2012. Al-Qur’an menggambarkan keadaan bumi yang digulung, langit runtuh dan gunung yang diratakan. Sebagai orang yang beriman, kita tak perlu mempermasalahkan kapan kiamat terjadi, apakah hari ini, besok, atau tiga hari ke depan. Yang terpenting adalah bagaimana setelah kiamat itu terjadi.
Ada Apa di Tahun 2012?
Tahun 2012, ternyata memang penuh dengan kontroversi. Lawrence E. Joseph, telah memaparkan dalam bukunya berbagai teori ilmiah tentang kemungkinan terjadinya bencana alam di tahun tersebut. Di antaranya, disebabkan aktivitas matahari yang memuncak di tahun 2012 dan menyebabkan panas luar biasa di bumi. Fenomena ini ditambah dengan kondisi atmosfer kita yang sudah mengalami penipisan dan bolong di beberapa bagian, sehingga menyebabkan melelehnya es di kutub dan menimbulkan badai serta topan yang dahsyat.
Prediksi lain, fisikawan UC Berkeley memperkirakan: jika dinosaurus telah punah akibat benturan asteroid raksasa 65 juta tahun silam, maka jika diperhitungkan siklus itu seharusnya sudah terjadi lagi di saat-saat sekarang. Sementara itu, supervulkan Yellowstone yang memiliki siklus letusan dahsyat setiap 600 hingga 700 ribu tahun tengah bersiap untuk meletus kembali untuk menenggelamkan Amerika. Tinggal menunggu waktu.
Meskipun sepertinya meyakinkan, semua itu tetap kita pandang sebagai ramalan-ramalan para pakar di bidangnya masing-masing, yang semuanya bisa mungkin dibantah. Karena sudah berapa kali ramalan tentang alam ternyata juga dibantah oleh alam sendiri. Mengenai kiamat 2012 yang diprediksikan dengan mengacu pada ramalan dan analisa alam, sejatinya juga banyak yang menyangsikan. Begitu pula, ramalan suku Maya yang tak lebih karena disebabkan oleh berakhirnya siklus kalender mereka karena kehabisan angka.
Mengutip tulisan Avivah Yamani di langitselatan.com, hal ini disebabkan karena kalender Maya berbasiskan bilangan 20 (bi-desimal). Berbeda dengan kalender lainnya yang berbasiskan bilang 10 (desimal). Dengan siklus 13 dan 20 serta start kalender Maya ini ekivalen dengan 11 Agustus 3114 BCE, maka posisi 13.0.0.0.0 sebagai angka terbesar dalam kalender Maya ini akan ekivalen dengan 21 Desember 2012. Nah setelah 13.0.0.0.0 ini terlewati, kalender Maya tidak mengenal angka 13.0.0.0.1 atau yang lebih besar, karena akan kembali ke posisi 0.0.0.0.1 alias angka paling kecil. Dengan demikian, satu hari setelah 21 Des 2012 itu, atau pada 22 Desember 2012, kalender Maya memulai siklus barunya dengan angka 0.0.0.0.1.
Bukti ilmiah lain yang dipresentasikan oleh beberapa kalangan dengan mengacu pada perubahan alam ternyata juga banyak dibantah oleh ilmuwan lain. Inilah yang menjadi dasar bahwa kepastian tentang kapan terjadinya kiamat tidak bisa dipastikan oleh siapa pun. Bambang S Tedjasukmana dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), menyatakan bahwa potensi terbesar yang mungkin muncul di tahun 2012 hanyalah badai matahari. Prediksi ini berdasarkan pada pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di berbagai negara maju yang sudah dilakukan sejak tahun 1960-an dan juga yang dilakukan oleh LAPAN sejak tahun 1975.
Menurut ahli lain dari LAPAN, bahwa badai matahari akan terjadi ketika adanya flare dan Corona Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dahsyatnya menyamai 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Padahal bom atom yang dijatuhkan Paul Tibbets, pilot pesawat Amerika Serikat (AS), B-29 Enola Gay, Agustus 1945, telah merenggut sekitar 80.000 jiwa manusia. Sedang CME adalah sejenis ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel-partikel berkecepatan tinggi yakni sekitar 400 km/detik.
Ledakan ini dapat mempengaruhi kondisi muatan antariksa hingga mempengaruhi magnet bumi, yang selanjutnya berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi Global Positioning System (GPS), dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF). Model-model matematis yang dikembangkan NASA menyebutkan bahwa badai Matahari ini akan menyamai peristiwa Carrington 1859 silam, dengan efek yang merusak terhadap sistem telekomunikasi, satelit dan kelistrikan.
Itulah prediksi sementara dari beberapa kalangan tentang kondisi di tahun 2012. Sekali lagi itu hanyalah prediksi yang bisa dibantah oleh siapa pun, termasuk alam sendiri. Yang kita tahu, kiamat pasti terjadi, tapi kapan? Karena mengenai alam ini, hanya Allah yang Mahatahu.
Pada kenyataannya, bermain-main dengan ramalan waktu kiamat biasanya cuma berakhir dengan kekonyolan, seperti yang terjadi terhadap 913 pengikut sekte kiamat The People’s Temple pimpinan Jim Jones. Pada 18 November 1978 mereka melakukan bunuh diri bersama-sama di Jonestown, Guyana, hanya karena percaya kiamat sudah di depan mata. Nyatanya, hingga 2009 ini bumi baik-baik saja. Memang, di seantero jagat terjadi bencana dahsyat, misalnya Tsunami yang melanda Aceh dan kawasan sekitar pada 2004. Namun, dunia belumlah kiamat.
Juga ramalan yang merebak di tahun 1999. Di mana beredar di tengah masyarakat, bahwa pada jam 9, ditanggal 9, bulan sembilan dan juga di tahun 99, akan terjadi sesuatu yang amat besar. Konyolnya, banyak masyarakat termakan dengan waktu yang serba sembilan itu, yang pada akhirnya aktivitas menjadi mandek dan jalan-jalan sepi. Nyatanya, tidak terjadi seperti yang diramalkan. Justru di waktu yang diramalkan bumi menjadi tenang, karena aktivitas manusia yang berkurang.
Pandangan Islam Tentang Kiamat
Kemudian, bagaimana Islam memandang hari Kiamat? Kiamat adalah suatu kepastian sebagai titik tolak kehidupan bumi dengan kehancuran semua makhluk. Percaya dengan datangnya hari kiamat termasuk salah satu dari doktrin keimanan dalam Islam, dan masuk di urutan kelima pada rukun Iman. Al-Qur’an dengan jelas menggambarkan bagaimana kondisi kiamat yang begitu dahsyat. Gunung yang beterbangan serta bintang-bintang di langit yang berjatuhan, disertai goncangan hebat pada bumi. Tetapi, mengenai kapan dan waktu datangnya kiamat hanya Allah yang Mahatahu, karena hal itu adalah wilayah Tuhan yang tidak akan pernah tersentuh oleh siapapun. Kapan pastinya akan terjadi, siapa pun tak akan pernah tahu. Bisa dua jam lagi, bisa besok, atau entah kapan. Yang jelas, umat Islam adalah umat akhir zaman.
Hanya saja, tanda-tanda kedatangannya sudah dibocorkan terlebih dahulu oleh Allah melalui Rasul-Nya yang terakhir, Nabi Muhammad Shallallâhu ‘alaihi wasalllam. Saat ini, sebagian tanda-tanda tersebut sudah ada yang muncul dan sudah selesai, dan sebagian yang lain sedang terjadi, dan kita masih menunggu tanda yang lain. Sebab, semua tanda-tanda yang ada pada kiamat berjalan secara berurutan yang pada akhirnya akan sampai pada titik kulminasi yang menyebabkan kehancuran bumi.
Terdapat banyak macam yang diisyaratkan oleh Nabi, akan tetapi semuanya mengacu kepada tiga model; berkaitan dengan moral manusia, Islam sebagai agama dan kondisi alam. Dari tiga model tanda itu ada yang sudah terjadi dan masih berjalan, seperti amanah yang tersia-siakan, terangkatnya beberapa ilmu agama, merebaknya perzinahan, pembunuhan, dan lain-lain. Ada yang sudah terjadi, seperti terutusnya Nabi Muhammad Shallallâhu ‘alaihi wasalllam, terjadinya peperangan di tengah umat Islam, banyaknya pembunuhan, kezaliman para penegak hukum dan perseteruan Islam dengan orang-orang Yahudi sebagaimana yang terjadi di Palestina sampai saat ini.
Adapun yang masih belum terjadi adalah munculnya Imam Mahdi, Nabi Isa, Dajjal, Ya’juj dan Ma’juj, yang kemudian akan diakhiri oleh terbitnya Matahari dari ufuk barat. Ini bisa mungkin karena matahari yang menjadi sumber energi bumi melenceng dari jalur orbitnya sehingga terjadi pergeseran rotasi. Hal ini pun apabila hal itu ditafsirkan secara fisik, bukan ruh atau sifat yang muncul ke permukaan. Sebab, sifat-sifat Dajjal dan Ya’juj Ma’juj bisa mungkin telah bersemayam di dalam diri manusia, sehingga tanpa sadar bahwa mereka sendiri telah menarik datangnya kiamat sedemikian kuat. Atau, terbitnya matahari sebagai simbol kemajuan orang-orang Barat setelah orang-orang Timur pernah mengalami masa kejayaan.
Akan tetapi, meskipun tanda-tanda itu sepertinya semakin bermunculan di depan mata, tetap sebagaimana konsep awal bahwa kapan waktu kiamat adalah rahasia ilahi. Manusia dilarang untuk memasuki ranah Tuhan, apalagi sampai memastikan bahwa kiamat akan terjadi di tahun 2012. Seharusnya, yang harus kita pikirkan bukan kapan kiamat akan datang, akan tetapi apa yang akan dipersiapkan setelah datangnya kiamat. Wallahu a’lam.