07 Februari 2012 | 14 Rabiul Awwal 1433 H
Home Forum Diskusi Link Download Maklumat Kontak
   
       
 
 
   
   
 
ARTIKEL ARTIKEL
Genderang Perang Barat untuk Timur; Upaya Barat Menaklukkan Islam

“Perang agama kembali tampil ke pentas drama dunia” (Karen Amstrong)
TAK dapat dipungkiri, bahwa setelah Perang Dingin (The Cold War) tak lagi digemakan dengan kekalahan Uni Soviet—kini menjadi Rusia—oleh imperium kapitalis Barat pimpinan AS pada awal tahun 1990-an, Barat yang dipimpin AS memulai kembali bermain percikan api terhadap Islam sebagai bentuk kekhawatiran mereka atas maraknya gerakan-gerakan Islam yang bermunculan di berbagai belahan dunia.

The Green Menace atau bahaya hijau—sebuah istilah yang dipakai oleh orang-orang Barat, di antaranya adalah John L. Esposito—dimunculkan oleh Zionis Yahudi dan Salibis Kristen sebagai ganti dari “bahaya merah” (komunisme Soviet) untuk lebih mempermudah dalam membedakan antara lawan yang kalah: Uni Soviet; dan lebih mengenal pada musuh bebuyutan yang dapat mengancam kepentingan mereka: Islam.
Ada dua alasan kuat bagi Barat, mengapa mereka berani menabuh genderang perang terhadap Islam dalam menggencarkan isu untuk memojokkan Islam sebagai sumber pertikaian di antara dua kubu yang berseberangan tersebut.
 
1. Dendam Historis
Selama berabad-abad, Barat takluk di bawah hegemoni Khilafah Islam, kebencian kaum Kristen Barat pernah meledak dalam bentuk pengobaran api perang terhadap umat Islam, yaitu dengan terjadinya Perang Salib (1096-1291 M) yang bertujuan utama penghancuran Islam. Akan tetapi, melalui peperangan tersebut, umat Islam gagal dilumpuhkan, bahkan kemenagan lebih banyak diraih pasukan Islam. Trauma perang tersebut berdampak pada tertanamnya rasa antipati dan saling curiga di kedua belah pihak.
 
2. Kesalahpahaman Masyarakat Barat
Masyarakat Barat umummya melakukan kesalahan dalam memahami Islam. Hal itu terjadi karena masyarakat Barat umumnya mempelajari dan memahami Islam dari buku-buku para orientalis, sedangkan orientalis mengkaji Islam dengan tujuan untuk menimbulkan miskonsepsi terhadap Islam atau menyelewengkan ajaran Islam, selain adanya motif politis yaitu untuk mengetahui rahasia kekuatan umat Islam yang tidak lepas dari ambisi imperialis Barat untuk menguasai dunia Islam. Umumnya, ketika berbicara tentang Islam, pandangan dan analisis orientalis tidak objektif dan tidak fair, sudah bercampur dengan subjektivisme dan kepentingan tertentu. Karenanya, pandangan mereka biased dan berat sebelah. Hasilnya adalah kesalahpahaman terhadap Islam di dunia Barat. Citra Islam yang tampak di mata orang-orang Barat adalah kekejaman, kekerasan, fanatisme, kebencian, keterbelakangan, dan entah apa lagi.
Dengan dua alasan itulah, sampai saat ini, Barat tiada henti memojokkan Islam dengan berbagai propaganda. Kebusukan yang mereka pendam semakin tercium ketika gedung pencakar langit; WTC milik AS ambruk diterjang pesawat pada 11 September 2001. Akibat dari runtuhnya gedung yang menewaskan sekitar 3.000 jiwa itu, global war on terorism atau perang melawan terorisme global dikumandangkan.
Pernyataan tentang war on teror yang sejatinya adalah memerangai teroris, menjadi tanda tanya besar setelah Barat menuding Islam sebagai biang keladi di balik dagelan itu. Tak selang sebulan setelah itu, AS bersama antek-anteknya memulai penodaan terhadap Islam dengan merudal Afghanistan pada 7 Oktober 2001 dan menuduh Osama bin Laden sebagai motor penggeraknya. Tak luput dari sasaran butanya adalah negeri seribu malam: Irak, di bawah rezim Saddam Husein yang akhirnya digulingkan pada 9 April 2003. Padahal negeri penghasil minyak itu tak memiliki kaitan dengan kejadian 11 September dan tidak pula ikut campur dengan masalah yang dihadapi Osama bin Laden saat itu.
Dengan demikian, menjadi jelas, bahwa tujuan utama Barat yang meyerukan war on teror, sejatinya adalah war on Islam, perang untuk menghancurkan Islam, sebagaimana yang pernah ditulis oleh Amran Nasution. Hal ini semakin meruncing dengan adanya sejumlah fakta yang bersangkutan. Survei yang dilakukan www.WorldPublicOpinion.org, bekerjasama dengan University of Maryland, Desember 2006 sampai Februari 2007 lalu, menunjukkan hal itu. Mayoritas responden di empat negara Islam yang disurvei–Indonesia, Pakistan, Mesir, dan Maroko–percaya bahwa Amerika Serikat bertujuan untuk memperlemah dan memecah-belah dunia Islam. Responden yang berpendapat seperti itu rata-rata 79%, mulai dari Indonesia dan Pakistan (73%) sampai Mesir (92%).
Mayoritas responden (rata-rata 79%) berpendapat bahwa Amerika sedang berusaha untuk menguasai minyak di Timur Tengah. Dan malah dalam jumlah mayoritas pula (rata-rata 64%), responden percaya bahwa Amerika bertujuan menyebarkan Kristen di Timur Tengah.
Pernyataan perang melawan Islam semakin digencarkan dengan trik-trik kekinian. Dewasa ini mereka berhasil menguasai media massa dan arus informasi dunia, bahkan sepak terjang mereka mampu menguasai sistem, teknik, dan media informasi yang tersebar luas dan menjangkau seluruh dunia. Tentu hal ini menjadikan mereka lebih leluasa melakukan demonologi1 (penyetanan Islam), membentuk opini publik (public opinion) yang sesuai dengan kepentingan mereka, atau pemutarbalikan fakta dalam pemberitaan yang hanya menguntungkan pihak mereka sendiri.
Di antara agenda besar Barat yang diasumsikan Barat untuk melumpuhkan Islam adalah dengan ghazwul-fikr, perang pemikiran atau benturan pemikiran. Menurut Abu Ridha, yang dikutip oleh Asep Syamsul M. Romli dalam bukunya: Demonologi Islam; Upaya Barat Membasmi kekuatan Islam, ghazwul-fikr merupakan bagian tak terpisahkan dari uslûb qitâl (metode perang) yang bertujuan menjauhkan umat Islam dari agamanya. Ia adalah penyempurnaan, alternatif, dan penggandaan cara peperangan dan penyerbuan mereka terhadap dunia Islam.
Program ghazwul-fikr ini meliputi hal-hal berikut.
1. Tasykîk,yakni gerakan yang berupaya menciptakan keraguan dan pendangkalan kaum Muslimin terhadap agamanya. Misalnya, dengan terus menyerang (melecehkan) al-Qur’an dan Hadis, melecehkan Nabi Muhammad r, atau mengkampanyekan bahwa hukum Islam tidak sesuai dengan tuntutan zaman.
2.   Tasywîh,gerakan yang berupaya menghilangkan kebanggaan kaun Muslimin terhadap agamanya. Caranya, memberikan gambaran Islam secara buruk sehingga timbul rasa rendah diri di kalangan umat Islam. Di sini, mereka melakukan pencitraan negatif tentang agama dan umat Islam lewat media massa dan lain-lain sehingga terkesan menyeramkan, kotor, dan sebagainya.
3. Tadzwîb, yakni pelarutan budaya dan pemikiran. Di sini, kaum kuffâr melakukan pencampuradukan antara hak dan batil, antara ajaran Islam dan non-Islam, sehingga umat Islam kebingungan mendapatkan pedoman hidupnya.
4. Taghrîb,yakni pembaratan dunia Islam, mendorong umat Islam agar menerima pemikiran dan budaya Barat, seperti sekularisme, nasionalisme, dan sebagainya.
Dari keempat program yang dicanangkan Barat, dapat disimpulkan bahwa tujuan mereka adalah memperlemah akidah, ghîrah, dan kecintaan (mahabbah) umat Islam terhadap agamanya. Dengan lemahnya umat Islam, mereka mudah memecah belah dan menguasai (devide et impera) alias menjajah semua segi kehidupan umat Islam. Akhirnya umat Islam akan turut ke mana angin dihembuskan oleh penjajahnya.
Sebagai penutup, alangkah baiknya jika kita berkaca kembali kepada sinyalemen al-Qur’an tentang adanya upaya kaum kuffâr yang tiada henti meneror umat Islam hingga benar-benar rela mengikuti agama mereka.
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. (QS al-Baqarah [02]: 120)
…Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sehingga mereka (dapat) memurtadkan kamu dari agamamu (kepada kekafiran) jika mereka sanggup… (QS al-Baqarah [02]: 217)**
 
*M. Roihan Rikza/LPSI
 
Catatan akhir:
1 Istilah demonology dapat ditemukan dalam The Concise Standard English Dictionary karya Collins Concise terbitan Glasgow & London. Dalam kamus tersebut, demonology diartikan sebagai study of demons (studi tentang setan, iblis atau hantu). Kata demon-nya sendiri diartikan sebagai a devil; a person of preternatural cruelty or evil character (setan; seseorang yang kekejamannya diluar batas kewajaran atau sifat-sifat jahat).
 
SEARCH
 
MEMBER LOGIN
User
Password
 
   
         
                      Copyright © 2007 SMI Indonesia. All Rights Reserved.