Di Balik Gelar Kalîmullah Nabi Musa
Nabi Musa
adalah salah seorang utusan Allah
yang diberi keistimewaan dapat bermukalamah (berbincang-bincang) langsung dengan Allah
. Kisah tentang Nabi Musa
telah banyak disebutkan dalam al-Qur’an.
Kisah tentang Nabi Musa
memang selalu ‘asyik’ untuk diperbincangkan. Karena di dalamnya mengandung hikmah-hikmah yang dapat dijadikan i’tibar bagi setiap manusia. Namun berkenaan dengan penyematan gelar Kalîmullah di sini terdapat kisah menarik.
Pada suatu hari Allah
memberikan wahyu kepada Nabi Musa
“Wahai Musa, tahukah kamu kenapa engkau kuangkat menjadi utusan-Ku, serta kuberi keistimewaan dapat berbincang-bincang (mukalamah) denganku?” “Engkau Maha Tahu atas segala sesuatu,” jawab Nabi Musa.
“Ingatkah pada saat engkau masih menggembala domba, pada suatu ketika salah satu dombamu lari, hingga membuat engkau sibuk mengejarnya sampai domba itu lari hingga mendaki dari bukit ke bukit,. Bahkan hingga ketika engkau berhasil menangkapnya engkau masih tetap sabar dan tidak mengumpatnya. Hal itulah yang menjadikan-Ku memberimu keistimewaan dapat bermukalamah dengan-Ku”.
Disarikan dari al-Qurthubi, Tafsir al-Jâmi’ li ahkâmil-Qur’an