Keuatamaan Ihyâ’ ’Ulűmiddîn
As-Syaikh as-Saraji bercerita, “Ada dua orang ulama besar dari Yaman yang mempelajari kitab Ihya’ bersama-sama. Pada suatu ketika salah satu dari mereka wafat. Setelah itu, sahabatnya yang masih hidup bermimpi bertemu dengan sahabatnya yang telah mendahuluinya itu. “Ceritakan kepadaku tentang kematian,” pinta sang sahabat. Sahabat yang telah mati itu menjawab dalam mimpinya. “Wahai saudaraku. Kematian itu sama persis seperti yang diungkapkan Imam al-Ghazali dalam kitab Ihyâ’-nya” ***
Diambil dari kitab Maqâlan-Nâshihîn bi Hifzi Sya’âiriddîn, oleh Sofyan Tsauri, Pontianak